Romaji

Written by Bushido Takesi on Kamis, 24 Mei 2012 at 12.32

Jepang Romaji (Roman letters) Romaji (Romawi huruf)

Abjad Latin pertama kali digunakan di Jepang pada abad ke-16 oleh para misionaris Portugis, yang merancang sistem romanisation berdasarkan ejaan Portugis. Later the Dutch introduced a romanisation system based on Dutch. Kemudian Belanda memperkenalkan sistem romanisation berdasarkan Belanda.

Sistem Hepburn ( hebon-shiki)

Sistem Hepburn ini dirancang oleh James Curtis Hepburn (1815-1911), seorang Amerika misionaris dari Philadelphia yang tiba di Jepang pada tahun 1859 dan dikompilasi pertama modern Jepang-Inggris kamus sekitar satu dekade kemudian. The Hepburn system is now the most widely used romanisation system. Sistem Hepburn sekarang sistem romanisation paling banyak digunakan.

Kunrei sistem (kunreishiki “Kabinet Ordonansi sistem”)

Sistem Kunrei diumumkan secara resmi oleh pemerintah Jepang selama tahun 1930-an. A revised version was issued in 1954. Sebuah versi revisi dikeluarkan pada tahun 1954.
The main differences in spelling between the Kunrei and Hepburn systems are as follows (Hepburn in brackets): si (shi), ti (chi), tu (tsu), hu (fu), zi (ji), sya (sha), syu (shu), syo (sho), tya (cha), tyu (chu), tyo (cho), zya (ja), zyu (ju), and zyo (jo). Perbedaan utama dalam ejaan antara Kunrei dan sistem Hepburn adalah sebagai berikut (Hepburn dalam kurung): si (shi), ti (chi), tu (tsu), hu (fu), zi (ji), sya (sha), Syu (shu), SYO (sho), tya (cha), Tyu (chu), tyo (cho), zya (ja), zyu (ju), dan zyo (jo). Long vowels: â (?), ê (?), î (?), ô (?), û (?). vokal panjang: â (?), ê (e), î (Kuno I), O (O), û (?).

Nippon sistem (nipponshiki)

Sistem Nippon adalah penciptaan Tanakadate Aikitsu dan pertama kali digunakan pada 1881. It is identical to the Kunrei system except for the sounds da, di, du, de, do, dya, dyu, dyo, which are written da, zi, zu, de, do, zya, zyu, zyo in the Kunrei system and da, ji, zu, de, do, ja, ju, jo in the Hepburn system. Hal ini identik dengan sistem Kunrei kecuali suara da, di, du, de, lakukan, Dya, dyu, dyo, yang ditulis da, zi, zu, de, lakukan, zya, zyu, zyo dalam sistem Kunrei dan da, ji, zu, de, lakukan, ja, ju, jo dalam sistem Hepburn.

Romaji (Hepburn System) dengan katakana dan hiragana
Membaca di kolom vertikal berjalan dari atas ke bawah dan dari kanan ke kiri, kolom pertama (dalam hijau) adalah hiragana, yang kedua (dalam kuning) adalah katakana dan yang ketiga adalah Romaji, dan seterusnya.

Dasar suku kata


Tambahan suku kata



Pengucapan


Penggunaan
Romaji adalah cara standar transliterasi Jepang ke dalam abjad Latin. In everyday written Japanese, r?maji can be used to write numbers and abbreviations. Dalam Jepang yang ditulis setiap hari, Romaji dapat digunakan untuk menulis angka dan singkatan. It is also used in dictionaries, text books and phrase books for foreign learners of Japanese. Hal ini juga digunakan dalam kamus, buku teks dan buku frase untuk pelajar asing dari Jepang. When typing Japanese on computers, most people, both Japanese and non-Japanese, use r?maji, which is converted to kanji, hiragana or katakana by the input software. Ketika mengetik Jepang di komputer, kebanyakan orang, baik Romaji menggunakan bahasa Jepang dan non-Jepang,, yang dikonversi menjadi kanji, hiragana atau katakana oleh perangkat lunak input. It is also possible to type in hiragana or katakana if you have a Japanese keyboard, but few people are familiar with this method. Hal ini juga memungkinkan untuk mengetik dalam hiragana atau katakana jika Anda memiliki keyboard Jepang, tetapi hanya sedikit orang yang akrab dengan metode ini.

Contoh Teks Dalam Romaji

Tidak Subete wa Ningen, umarenagara ni shite Jiyu de ari, Katsu, songen untuk kenri untuk aru ni tsuite by?d? de. Ningen wa, risei to ry?shin to o sazukerareteori, tagai ni d?h? no seishinn o motte k?d? shinakereba naranai. wa Ningen, risei untuk ry?shin ke o sazukerareteori, tagai ni tidak d?h? seishinn o Motte Kodo shinakereba naranai.

Teks ini dalam standar Jepang


Angka Dalam Bahasa Jepang

Written by Bushido Takesi on at 12.23

Sudah tahu bagaimana mengatakan angka dalam Bahasa Jepang? Kalau belum mari kita belajar mengenai hitungan angka. Pengetahuan mengenai angka sangat penting untuk dapat menyatakan jam, menyatakan harga dll.



Satuan


Romaji

0 Zero/Rei

1 Ichi

2 Ni

3 San

4 Shi/Yon

5 Go

6 Roku

7 Shichi/Nana

8 Hachi

9 Kyuu/Ku

10 Juu






Puluhan



Romaji

11 Juu-ichi

12 Juu-ni

13 Juu-san

14 Juu-yon

15 Juu-go

16 Juu-roku

17 Juu-nana

18 Juu-hachi

19 Juu-kyuu

20 Ni-juu



Ratusan


Romaji

100 Hyaku

200 Ni-hyaku

300 San-byaku

400 Yon-hyaku

500 Go-hyaku

600 Rop-pyaku

700 Nana-hyaku

800 Hap-pyaku

900 Kyuu-hyaku






Ribuan


Romaji

1,000 Issen

2,000 Ni-sen

3,000 San-zen

4,000 Yon-sen

5,000 Go-sen

6,000 Roku-sen

7,000 Nana-sen

8,000 Hassen

9,000 Kyuu-sen






Puluhan Ribu


Romaji

10000 Ichi-man

20000 Ni-man

30000 San-man

40000 Yon-man

50000 Go-man

60000 Roku-man

70000 Shichi-man

80000 Hachi-man

90000 Kyuu-man

100,000 Juu-man

Waktu (Jam&Menit)

Written by Bushido Takesi on at 12.21

Pada bagian ini kamu akan belajar bagaimana menanyakan dan menyatakan waktu (jam) dalam bahasa Jepang. Sebelum memulai silakan anda lihat list hitungan jam & menit berikut ini terlebih dahulu.


Menyatakan & Menanyakan Jam
Jam berapa? : Nan-ji desu ka.
Sekarang, jam berapa? : Ima, nan-ji desu ka.
Di Jepang sekarang
jam berapa?
: Nihon wa ima nan-ji desu ka.
Jam ~ : ~ ji desu.
Jam 8. : Hachi-ji desu.
Sekarang jam 8. : Ima, hachi-ji desu.
Am : Gozen
Pm : Gogo
Sekarang jam 8 pagi. : Ima, gozen hachi-ji desu.
Sekarang jam 8 malam. : Ima, gogo hachi-ji desu.

Catatan:
• Untuk menyatakan jam kita menggunakan “~ ji desu” (Jam ~). Sedangkan untuk menanyakan jam digunakan “nan-ji desu ka” (jam berapa?).
Perlu diketahui, Di Jepang pembagian waktu menurut jam dalam sehari mengacu seperti yang berlaku umum dan dikenal di dunia. Yakni berdasarkan pembagian “a.m.” (ante meridiem) dan  “p.m.” (post meridiem).  Untuk jelasnya lihat keterangan di bawah ini.
Gozen mengacu pada a.m. (ante meridiem, yakni untuk menunjukkan waktu dari lewat jam 12 malam hingga 12 siang.
Gogo mengacu pada p.m. (post meridiem), untuk menunjukkan keterangan waktu lewat jam 12 siang hingga jam 12 malam.

Menyatakan & Menanyakan Menit
Menit ~ : ~ fun/pun.
10 menit. : Juppun desu.
Jam 8 lewat 10 menit. : Hachi-ji juppun desu.
Sekarang jam 8 lewat
10 menit.
: Ima, hachi-ji juppun desu.
Sekarang, jam 10 lewat
15 menit.
: Ima, juu-ji juu-go-fun desu.
Cepat sekali (waktu) : Hayai desu ne.
Lama sekali (waktu) : Osoi desu ne.

Catatan
:
• Untuk menanyakan menit, digunakan kalimat “Nan-pun desu ka”, yang artinya “berapa menit?”. Sedangkan untuk menyatakan menit, caranya dengan menambahkan “~pun/fun” di belakang angka menit yang disebutkan.
Jikan ga hayai desu ne, merupakan ungkapan yang digunakan ketika waktu berjalan sangat cepat, sedangkan jikan ga osoi, digunakan apabila waktu  berjalan terlalu lama.

Hari, Tanggal, dan Bulan Pendahuluan

Written by Bushido Takesi on at 12.20

Pada bagian ini kita akan belajar bagaimana menanyakan hari, tanggal, dan bulan. Namun sebelum masuk ke pelajaran tersebut, silakan pelajari daftar kosakata hari, tanggal, dan bulan terlebih dahulu. Menanyakan Hari

Hari apa? Nan yoobi desu ka.
Hari ini Kyoo
Hari ini hari apa? Kyoo wa nan yoobi desu ka.
Besok Ashita
Lusa Asatte
Hari ini hari senin. Kyoo wa getsuyoobi desu.
Besok hari selasa. Ahita wa kayoobi desu.
Libur hari apa? Yasumi wa nanyoobi desu ka.
Hari Sabtu dan Minggu. Doyoobi to nichiyoobi desu.

Catatan
:
• Partikel “to” digunakan untuk menghubungkan 2 kata dalam kalimat. Apabila diterjemahkan “to” berarti “dan” dalam bahasa Indonesia.
Untuk menambah kosakata anda mengenai keterangan waktu, silakan lihat “kosakata waktu“.

Menanyakan Tanggal & Bulan

Tanggal berapa? Nan-nichi desu ka.
Bulan berapa? Nan-gatsu desu ka.
Tanggal dan bulan berapa? Nan-nichi, nan-gatsu desu ka.
Kapan? Itsu desu ka.
Ulang tahun kapan? Tanjoobi wa itsu desu ka.
Ulang tahun kamu kapan? Anata no tanjoobi wa itsu desu ka.
Ulang tahun tanggal 17. Tanjoobi wa juu-shichi-nichi desu.
Ulang tahun saya
tanggal 17.
Watashi no tanjoobi wa
juu-shichi-nichi desu.

Ungkapan Umum Bahasa Jepang

Written by Bushido Takesi on at 12.18

Bagian ini berisi list mengenai ungkapan atau ekspresi bahasa Jepang yang paling umum atau sering digunakan. Don’t make things complicated!!! Hafalkan saja ungkapan berikut ini sebagai kesatuan frase. Kami  yakin  apabila anda sudah hafal ungkapan-ungkapan berikut, motivasi belajar bahasa jepang anda akan semakin meningkat.

Bertemu Seseorang

Ohayoo gozaimasu Selamat pagi
Konnichi wa Selamat siang/sore
Konban wa Selamat malam
Ii tenki desu ne Cuaca cerah ya
O-genki desu ka Apa kabar?
Hai, genki desu Baik.
Okagesama de, genki desu Alhamdulillah, baik.
Amari yoku arimasen Tidak terlalu baik/sehat.
O-hisashiburi desu ne Sudah lama tidak bertemu ya


Ungkapan Perpisahan
O-saki ni Duluan ya…
Doozo, o-saki ni Silakan duluan
Dewa mata Sampai nanti
Jaa ne / Mata ne Sampai nanti (informal)
Dewa shitsurei shimasu Saya permisi dulu (sopan)
Mata ashita Sampai bertemu besok
Mata asatte Sampai bertemu lusa
Mata raishuu Sampai bertemu minggu depan
Mata rainen Sampai bertemu tahun depan
Sayoonara Selamat tinggal
Genki de ne Jaga diri baik-baik
O-yasuminasai Selamat istirahat


Ungkapan Maaf & Terima Kasih
Gomen nasai Maaf (Informal)
Sumimasen Maaf
Shitsurei shimashita Maaf
Mooshiwake gozaimasu Maaf (Sangat formal)
Iie, daijoobu desu Tidak apa-apa
Ii desu yo Tidak apa-apa
Doomo Terima kasih
Arigatoo Terima kasih
Arigatoo gozaimasu Terima kasih (sopan)
Doomo arigatoo gozaimasu Terima kasih banyak
Iie, doo itashimashite Sama-sama


Pergi dan Datang
Itte kimasu Saya pergi!
Itte rasshai Selamat jalan.
O-dekake desu ka Mau berangkat?
Ki o tsukete kudasai Hati-hati.
Tadaima Saya pulang!
O-kaeri nasai Selamat datang.
O-kaeri desu ka Mau pulang?

Ungkapan Makan atau Minum
Itadakimasu Makan ya.
Go-chisoosama deshita Terima kasih atas hidangannya.
Doozo, tabete kudasai Silakan, dimakan.
Doozo, nonde kudasai Silakan, diminum.
Kanpai! Mari bersulang.
Onaka ga suita! Lapar!
Nodo ga kawaita! Haus!
Onaka ga ippai! Kenyang!

Ungkapan di dalam Kelas

1)  Ungkapan Perintah di Dalam Kelas.


Itte kudasai! Katakan
Moo ichido itte kudasai! Katakan sekali lagi
Kiite kudasai! Dengarkan
Yoku kiite kudasai! Dengarkan baik-baik.
Mite kudasai! Lihat!
Yonde kudasai! Baca!
Hakkiri yonde kudasai! Baca dengan jelas!
Yukkuri yonde kudasai! Baca pelan-pelan!
Hon o akete kudasai! Buka buku!
Hon o tojite kudasai! Tutup bukunya!
Shukudai o dashite kudasai! Kumpulkan PR!
Oboete kudasai! Hafalkan!
Kaite kudasai! Tulis!
Shizuka ni shite kudasai!
Jangan berisik!
Suwatte kudasai! Duduk!
Tatte kudasai! Berdiri!
Wakarimasu ka. Mengerti?
Hai, wakarimashita. Iya, mengerti
Iie, wakarimasen. Tidak, tidak mengerti
Dekimasu ka. Bisa?
Hai, dekimasu. Iya, bisa
Iie, dekimasen. Tidak, tidak bisa

2)  Ungkapan Larangan di Dalam Kelas.

Okurenaide kudasai Jangan terlambat!
Kanningu shinaide kudasai Jangan menyontek
Shukudai o wasurenaide kudasai Jangan lupa Prnya.
Koko de tabenaide kudasai Jangan makan di sini
Tabako o suwanaide kudasai Jangan merokok!
Ookii koe de hanasanaide kudasai Jangan bicara keras-keras

Karakteristik Bahasa Jepang

Written by Bushido Takesi on at 12.17

Pada bagian ini berisi mengenai karakteristik atau ciri-ciri umum bahasa Jepang. Pemahaman mengenai hal tersebut sangat diperlukan bagi anda yang baru pertama kali belajar Bahasa Jepang. Berikut adalah karakteristik umum Bahasa Jepang

Huruf Jepang

Ciri-ciri yang paling mencolok dari bahasa Jepang adalah tulisannya. Bagi kebanyakan pembelajar bahasa Jepang, huruf jepang merupakan bagian yang paling sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Namun demikian, sangat perlu dan menarik untuk dipelajari.
Bahasa Jepang mempunyai konsep tulisan yang berbeda dengan bahasa lainya di dunia. Terdapat 3 tulisan yang digunakan oleh Jepang, yaitu, hiragana, katakana, dan kanji. (Ke-3 tulisan tersebut bisa saja muncul dalam satu kalimat sederhana). Setiap huruf hiragana  dan katakana mewakili bunyi dari setiap huruf tersebut, sedangkan huruf kanji mewakili baik bunyi maupun arti.

Namun selain ke-3 tulisan tersebut diatas, Jepang juga kadang-kadang menggunakan huruf romaji, yaitu huruf latin yang biasa kita gunakan. Huruf romaji digunakan untuk mempermudah orang asing dalam membaca huruf.

Lafal / Ucapan Bahasa Jepang
Bunyi atau lafal Bahasa Jepang sangat mudah sekali diucapkan. Bahasa Jepang mempunyai 5 huruf vocal yaitu, A, I, U, E, dan O. Huruf-huruf vocal tersebut diucapkan dengan jelas, sama pengucaannya seperti dalam bahasa Indonesia. Jepang tidak mempunyai huruf konsonan yang dapat berdiri sendiri (pengecualian huruf “n”). Setiap huruf jepang (selain huruf vocal yang dapat sendiri) merupakan gabungan dari huruf konsonan-vokal, seperti ka, ki, ku, ke, ko dll.

• Huruf “u” di belakang kalimat tidak perlu dilafalkan.
Contoh: “Desu” dibaca “des”
” Masu dibaca “mas”
• Huruf “n” mempunyai beberapa pengucapan, yaitu “n”, “ng” dan “m”.
Contoh: “konnichi wa” dibaca “konnichi wa”.
“sumimasen” dibaca “sumimaseng”.
“konban wa” dibaca “kombang wa”.
• Hati-hati dengan bunyi panjang!!! Bunyi panjang dalam bahasa Jepang dapat merubah arti.
Contoh: Ojisan (paman)  ?      Ojiisan (kakek)
Obasan (bibi)    ?      Obaasan (nenek)

Susunan Kalima
Susunan kalimat bahasa Jepang berbeda dengan bahasa Indonesia maupun Inggris. Kalau di Bahasa Indonesia atau Inggris kita mengikuti pola Subjek – Predikat – Objek, maka Bahasa Jepang mengikuti pola Subjek – Objek – Predikat. Perhatikan contoh di bawah ini.

Susunan Kalimat Bahasa Inggis

Subjek Predikat Objek
I
Saya
Learn
belajar
Japanese
bahasa jepang
Susunan Kalimat Bahasa Jepang
Subjek Objek Predikat
Watashi wa
Saya
nihongo o
bahasa Jepang
benkyoo shimasu
belajar
Agak rumit memang apabila kita memperhatikan contoh diatas, namun jangan khawatir, semuannya hanya masalah waktu. Anda akan terbiasa dengan pola kalimat seperti itu. Bahasa Jepang tidak sesulit yang anda bayangkan!!!
Partikel
Partikel atau kata Bantu merupakan bagian yang sangat penting dalam pembentukan kalimat bahasa Jepang. Fungsi dari partikel adalah sebagai konektor atau penghubung kata satu dengan kata lainnya.
Banyak dari partikel yang tidak ada padananya dalam bahasa Indonesia, sehingga agak sedikit merepotkan bagi orang yang baru belajar bahasa Jepang. Contoh partikel bahasa Jepang yaitu, partikel “wa” dan “o”.
Partikel “wa” tidak mempunyai arti, namun berfungsi sebagai penanda subjek. Maksudnya adalah kata sebelum partikel wa adalah subjek dari kalimat tersebut.

Contoh:

Subjek Partikel Predikat Copula
Watashi
Saya
wa
(Tidak ada arti)
Bushido
Bushido
desu
(tidak ada arti)

Note: Desu pada kalimat di atas digunakan sebagai penanda berakhirnya satu kalimat dan menunjukan kalimat yang sopan atau santun.
Sedangkan partikel o merupakan partikel penanda objek. Maksudnya adalah kata sebelum partikel “o” merupkan objek dari kata kerja.
Tata Bahasa Jepang Secara Umum
• Verb atau kata kerja selalu diletakan di belakang kalimat.
• Bahasa Jepang hanya mempunyai 2 tenses, yaitu bentuk sekarang, dan bentuk lampau.
• Kata Benda dan kata kerja tidak terpengaruh oleh gender dan jumlah.
• Subjek dalam bahasa Jepang sering kali dihilangkan apabila konteks kalimatnya sudah jelas.
• Setiap kata kerja dalam bahasa Jepang mengalami perubahan dan setiap perubahan tersebut akan menyebabkan perubahan baik artinya maupun tensesnya.

Bertemu Seseorang

Written by Bushido Takesi on at 12.16

Pada bagianawal materi ungkapan ini, kita akan belajar bagaimana menyapa seseorang yang kita temui dalam bahasa Jepang. Berikut ini adalah ungkapan-ungkapan Bahasa Jepang yang biasa digunakan ketika menyapa seseorang.

Berdasarkan Waktu
Selamat pagi : Ohayoo.

: Ohayoo gozaimasu.
Selamat siang/sore : Konnichi wa.
Selamat malam : Konban wa.
Catatan: “Ohayoo” digunakan pada situasi informal, biasanya digunakan ketika menyapa anggota keluarga atau teman dekat.
Salam Berdasarkan Keadaan Cuaca
Selain ungkapan tersebut di atas, ternyata orang Jepang juga mempunyai cara lain untuk mengekspresikan salam ketika bertemu seseorang. Ungkapan salam tersebut disesuaikan berdasarkan keadaan cuaca pada saat itu.
Cuaca cerah ya : Ii tenki desu ne
Dingin ya : Samui desu ne
Panas ya : Atsui desu ne
Cuaca buruk ya : Iya na tenki desu ne
Catatan: Untuk menjawab salam di atas anda cukup katakan “soo desu ne” (Iya, ya).  “Soo desu ne” digunakan ketika anda setuju dengan penyataan lawan bicara.
Latihan Percakapan:
Arif: Ohayoo gozaimasu. Selamat pagi.
Siska: Ohayoo, Arif san. Selamat pagi, Arif.
Arif: Ii tenki desu ne. Cuaca cerah ya…
Siska: Soo desu ne. Iya ya…
Arif: O-dekake desu ka. Mau berangkat?
Siska: Hai. Iya.
Catatan: “O-dekake desu ka”, digunakan ketika menyapa seseorang yang baru akan berangkat. Sedangkan untuk menyapa seseorang yang baru akan pulang digunakan “o-kaeri desu ka” (mau pulang?).

About the author

This is the area where you will put in information about who you are, your experience blogging, and what your blog is about. You aren't limited, however, to just putting a biography. You can put whatever you please.